وَالْعَادِيَاتِ ضَبْحًا
Demi Kuda Perang yang tangkas berlari dengan kedengaran kencang nafasnya,
Surat Al-Aadiyaat menggambarkan kekuatan dan kemegahan kuda perang yang melancar dalam pertempuran, namun menekankan pada keingkaran manusia terhadap Tuhannya serta sikapnya yang tidak syukur dan rakus akan harta benda. Surat ini mengingatkan bahwa manusia akan dipertanggungjawabkan atas tindakan dan sikapnya di hari kiamat, ketika semua yang ada dalam kubur akan dibangkitkan.
وَالْعَادِيَاتِ ضَبْحًا
Demi Kuda Perang yang tangkas berlari dengan kedengaran kencang nafasnya,
إِنَّ الْإِنسَانَ لِرَبِّهِ لَكَنُودٌ
Sesungguhnya manusia sangat tidak bersyukur akan nikmat Tuhannya.
وَإِنَّهُ عَلَى ذَلِكَ لَشَهِيدٌ
Dan sesungguhnya ia (dengan bawaannya) menerangkan dengan jelas keadaan yang demikian;
وَإِنَّهُ لِحُبِّ الْخَيْرِ لَشَدِيدٌ
Dan sesungguhnya ia melampau sangat sayangkan harta (secara tamak haloba).
أَفَلَا يَعْلَمُ إِذَا بُعْثِرَ مَا فِي الْقُبُورِ
(Patutkah ia bersikap demikian?) Tidakkah ia mengetahui (bagaimana keadaan) ketika dibongkarkan segala yang ada dalam kubur?