ثُمَّ أَمَاتَهُ فَأَقْبَرَهُ
kemudian Dia mematikannya dan memasukkannya ke dalam kubur,
Surat ini mengingatkan Nabi agar tidak memihak orang kaya yang sombong atau mengabaikan orang buta yang tulus mencari ilmu. Allah menegaskan bahwa Al-Quran adalah peringatan suci bagi siapa pun yang menghendaki bimbingan, terlepas dari status sosial maupun fisiknya. Inti pesannya adalah kesetaraan menerima dakwah dan prioritas utama pada ketulusan beragama.
ثُمَّ أَمَاتَهُ فَأَقْبَرَهُ
kemudian Dia mematikannya dan memasukkannya ke dalam kubur,
ثُمَّ إِذَا شَاء أَنشَرَهُ
kemudian bila Dia menghendaki, Dia membangkitkannya kembali.
كَلَّا لَمَّا يَقْضِ مَا أَمَرَهُ
Sekali-kali jangan; manusia itu belum melaksanakan apa yang diperintahkan Allah kepadanya,
فَلْيَنظُرِ الْإِنسَانُ إِلَى طَعَامِهِ
maka hendaklah manusia itu memperhatikan makanannya.
أَنَّا صَبَبْنَا الْمَاء صَبًّا
Sesungguhnya Kami benar-benar telah mencurahkan air (dari langit),
مَّتَاعًا لَّكُمْ وَلِأَنْعَامِكُمْ
untuk kesenanganmu dan untuk binatang-binatang ternakmu.
فَإِذَا جَاءتِ الصَّاخَّةُ
Dan apabila datang suara yang memekakkan (tiupan sangkakala yang kedua),
يَوْمَ يَفِرُّ الْمَرْءُ مِنْ أَخِيهِ
pada hari ketika manusia lari dari saudaranya,
لِكُلِّ امْرِئٍ مِّنْهُمْ يَوْمَئِذٍ شَأْنٌ يُغْنِيهِ
Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang cukup menyibukkannya.
وَوُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ عَلَيْهَا غَبَرَةٌ
dan banyak (pula) muka pada hari itu tertutup debu,