ASY SYAMS (MATAHARI)
Ringkasan Surat (AI)
Surat ini menegaskan kekuasaan Allah melalui fenomena alam dan fitrah manusia yang dibekali kemampuan membedakan kebaikan dan kejahatan. Kesuksesan tergantung pada penyucian jiwa, sementara kehancuran menimpa mereka yang mengikutinya kepada kefasikan, seperti kaum Tsamud yang dihancurkan karena mendurhakai rasul-Nya.
فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَا
maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya.
قَدْ أَفْلَحَ مَن زَكَّاهَا
sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu,
كَذَّبَتْ ثَمُودُ بِطَغْوَاهَا
(Kaum) Tsamud telah mendustakan (rasulnya) karena mereka melampaui batas,
فَقَالَ لَهُمْ رَسُولُ اللَّهِ نَاقَةَ اللَّهِ وَسُقْيَاهَا
lalu Rasul Allah (Saleh) berkata kepada mereka: ("Biarkanlah) unta betina Allah dan minumannya".
فَكَذَّبُوهُ فَعَقَرُوهَا فَدَمْدَمَ عَلَيْهِمْ رَبُّهُم بِذَنبِهِمْ فَسَوَّاهَا
Lalu mereka mendustakannya dan menyembelih unta itu, maka Tuhan mereka membinasakan mereka disebabkan dosa mereka, lalu Allah menyama-ratakan mereka (dengan tanah),