وَالنَّازِعَاتِ غَرْقًا
Demi (malaikat-malaikat) yang mencabut (nyawa) dengan keras,
Surat An-Nāzi‘āt menegaskan kepastian hari kebangkitan dan kekuasaan Allah dalam menghidupkan kembali manusia, sekaligus mengingatkan umat melalui kisah Nabi Musa sebagai pelajaran tentang kebenaran dan peringatan bagi yang ingkar.
وَالنَّازِعَاتِ غَرْقًا
Demi (malaikat-malaikat) yang mencabut (nyawa) dengan keras,
وَالنَّاشِطَاتِ نَشْطًا
dan (malaikat-malaikat) yang mencabut (nyawa) dengan lemah-lembut,
وَالسَّابِحَاتِ سَبْحًا
dan (malaikat-malaikat) yang turun dari langit dengan cepat,
يَوْمَ تَرْجُفُ الرَّاجِفَةُ
(Sesungguhnya kamu akan dibangkitkan) pada hari ketika tiupan pertama menggoncang alam,
يَقُولُونَ أَئِنَّا لَمَرْدُودُونَ فِي الْحَافِرَةِ
(Orang-orang kafir) berkata: "Apakah sesungguhnya kami benar-benar dikembalikan kepada kehidupan semula?
أَئِذَا كُنَّا عِظَامًا نَّخِرَةً
Apakah (akan dibangkitkan juga) apabila kami telah menjadi tulang belulang yang hancur lumat?"
قَالُوا تِلْكَ إِذًا كَرَّةٌ خَاسِرَةٌ
Mereka berkata: "Kalau demikian, itu adalah suatu pengembalian yang merugikan".
فَإِنَّمَا هِيَ زَجْرَةٌ وَاحِدَةٌ
Sesungguhnya pengembalian itu hanyalah satu kali tiupan saja,
فَإِذَا هُم بِالسَّاهِرَةِ
maka dengan serta merta mereka hidup kembali di permukaan bumi.
إِذْ نَادَاهُ رَبُّهُ بِالْوَادِ الْمُقَدَّسِ طُوًى
Tatkala Tuhannya memanggilnya di lembah suci ialah Lembah Thuwa;
اذْهَبْ إِلَى فِرْعَوْنَ إِنَّهُ طَغَى
"Pergilah kamu kepada Fir'aun, sesungguhnya dia telah melampaui batas,
فَقُلْ هَل لَّكَ إِلَى أَن تَزَكَّى
dan katakanlah (kepada Fir'aun): "Adakah keinginan bagimu untuk membersihkan diri (dari kesesatan)".
وَأَهْدِيَكَ إِلَى رَبِّكَ فَتَخْشَى
Dan kamu akan kupimpin ke jalan Tuhanmu agar supaya kamu takut kepada-Nya?"
فَأَرَاهُ الْآيَةَ الْكُبْرَى
Lalu Musa memperlihatkan kepadanya mukjizat yang besar.