AN NAJM (BINTANG)
Ringkasan Surat (AI)
Surat An-Najm menegaskan kebenaran kenabian Muhammad dan bahwa Al-Quran adalah wahyu ilahi yang disampaikan oleh Jibril. Surat ini juga menggambarkan pengalaman spiritual Nabi saat menerima wahyu serta menolak anggapan kaum musyrik tentang kesesatan beliau.
مَا ضَلَّ صَاحِبُكُمْ وَمَا غَوَى
kawanmu (Muhammad) tidak sesat dan tidak pula keliru.
وَمَا يَنطِقُ عَنِ الْهَوَى
dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al-Quran) menurut kemauan hawa nafsunya.
إِنْ هُوَ إِلَّا وَحْيٌ يُوحَى
Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).
ذُو مِرَّةٍ فَاسْتَوَى
yang mempunyai akal yang cerdas; dan (Jibril itu) menampakkan diri dengan rupa yang asli.
فَكَانَ قَابَ قَوْسَيْنِ أَوْ أَدْنَى
maka jadilah dia dekat (pada Muhammad sejarak) dua ujung busur panah atau lebih dekat (lagi).
فَأَوْحَى إِلَى عَبْدِهِ مَا أَوْحَى
Lalu dia menyampaikan kepada hamba-Nya (Muhammad) apa yang telah Allah wahyukan.
مَا كَذَبَ الْفُؤَادُ مَا رَأَى
Hatinya tidak mendustakan apa yang telah dilihatnya.
أَفَتُمَارُونَهُ عَلَى مَا يَرَى
Maka apakah kaum (musyrik Mekah) hendak membantahnya tentang apa yang telah dilihatnya?
وَلَقَدْ رَآهُ نَزْلَةً أُخْرَى
Dan sesungguhnya Muhammad telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain,
إِذْ يَغْشَى السِّدْرَةَ مَا يَغْشَى
(Muhammad melihat Jibril) ketika Sidratil Muntaha diliputi oleh sesuatu yang meliputinya.
مَا زَاغَ الْبَصَرُ وَمَا طَغَى
Penglihatannya (muhammad) tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak (pula) melampauinya.
لَقَدْ رَأَى مِنْ آيَاتِ رَبِّهِ الْكُبْرَى
Sesungguhnya dia telah melihat sebahagian tanda-tanda (kekuasaan) Tuhannya yang paling besar.
أَفَرَأَيْتُمُ اللَّاتَ وَالْعُزَّى
Maka apakah patut kamu (hai orang-orang musyrik) menganggap al Lata dan al Uzza,
وَمَنَاةَ الثَّالِثَةَ الْأُخْرَى
dan Manah yang ketiga, yang paling terkemudian (sebagai anak perempuan Allah)?