سَأَلَ سَائِلٌ بِعَذَابٍ وَاقِعٍ
Seseorang telah meminta kedatangan azab yang akan menimpa,
Surat Al-Ma'arij menegaskan kepastian azab hari kiamat yang tidak dapat dihindari oleh kaum kafir meskipun mereka berusaha menebus diri. Ayat-ayatnya menggambarkan kedahsyatan hari pembalasan ketika hubungan kekerabatan tidak lagi bermanfaat bagi keselamatan seseorang. Pesan intinya adalah perintah untuk bersabar menghadapi keingkaran serta keyakinan penuh akan janji Allah.
سَأَلَ سَائِلٌ بِعَذَابٍ وَاقِعٍ
Seseorang telah meminta kedatangan azab yang akan menimpa,
لِّلْكَافِرينَ لَيْسَ لَهُ دَافِعٌ
orang-orang kafir, yang tidak seorangpun dapat menolaknya,
مِّنَ اللَّهِ ذِي الْمَعَارِجِ
(yang datang) dari Allah, Yang mempunyai tempat-tempat naik.
تَعْرُجُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ إِلَيْهِ فِي يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُ خَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ
Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya limapuluh ribu tahun.
إِنَّهُمْ يَرَوْنَهُ بَعِيدًا
Sesungguhnya mereka memandang siksaaan itu jauh (mustahil).
يَوْمَ تَكُونُ السَّمَاء كَالْمُهْلِ
Pada hari ketika langit menjadi seperti luluhan perak,
وَتَكُونُ الْجِبَالُ كَالْعِهْنِ
dan gunung-gunung menjadi seperti bulu (yang berterbangan),
وَلَا يَسْأَلُ حَمِيمٌ حَمِيمًا
dan tidak ada seorang teman akrabpun menanyakan temannya,
يُبَصَّرُونَهُمْ يَوَدُّ الْمُجْرِمُ لَوْ يَفْتَدِي مِنْ عَذَابِ يَوْمِئِذٍ بِبَنِيهِ
sedang mereka saling memandang. Orang kafir ingin kalau sekiranya dia dapat menebus (dirinya) dari azab hari itu dengan anak-anaknya,
وَمَن فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا ثُمَّ يُنجِيهِ
Dan orang-orang di atas bumi seluruhnya kemudian (mengharapkan) tebusan itu dapat menyelamatkannya.
كَلَّا إِنَّهَا لَظَى
Sekali-kali tidak dapat, sesungguhnya neraka itu adalah api yang bergolak,
تَدْعُو مَنْ أَدْبَرَ وَتَوَلَّى
yang memanggil orang yang membelakang dan yang berpaling (dari agama),
إِنَّ الْإِنسَانَ خُلِقَ هَلُوعًا
Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir.