Ringkasan Surat (AI)

Surat Al-Qiyamah menegaskan kepastian hari kiamat dan kuasa Allah dalam mengumpulkan kembali jasad manusia untuk dihisab. Setiap individu akan menjadi saksi atas amal perbuatannya sendiri tanpa dapat lari dari keadilan Ilahi. Manusia dituntut untuk beriman dan mempersiapkan diri menghadapi hari pembalasan tersebut.

21

وَتَذَرُونَ الْآخِرَةَ

dan meninggalkan (kehidupan) akhirat.

22

وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ نَّاضِرَةٌ

Wajah-wajah (orang-orang mukmin) pada hari itu berseri-seri.

23

إِلَى رَبِّهَا نَاظِرَةٌ

Kepada Tuhannyalah mereka melihat.

24

وَوُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ بَاسِرَةٌ

Dan wajah-wajah (orang kafir) pada hari itu muram,

25

تَظُنُّ أَن يُفْعَلَ بِهَا فَاقِرَةٌ

mereka yakin bahwa akan ditimpakan kepadanya malapetaka yang amat dahsyat.

26

كَلَّا إِذَا بَلَغَتْ التَّرَاقِيَ

Sekali-kali jangan. Apabila nafas (seseorang) telah (mendesak) sampai ke kerongkongan,

27

وَقِيلَ مَنْ رَاقٍ

dan dikatakan (kepadanya): "Siapakah yang dapat menyembuhkan?",

28

وَظَنَّ أَنَّهُ الْفِرَاقُ

dan dia yakin bahwa sesungguhnya itulah waktu perpisahan (dengan dunia),

29

وَالْتَفَّتِ السَّاقُ بِالسَّاقِ

dan bertaut betis (kiri) dan betis (kanan),

30

إِلَى رَبِّكَ يَوْمَئِذٍ الْمَسَاقُ

kepada Tuhanmulah pada hari itu kamu dihalau.

31

فَلَا صَدَّقَ وَلَا صَلَّى

Dan ia tidak mau membenarkan (Rasul dan Al Quran) dan tidak mau mengerjakan shalat,

32

وَلَكِن كَذَّبَ وَتَوَلَّى

tetapi ia mendustakan (Rasul) dam berpaling (dari kebenaran),

33

ثُمَّ ذَهَبَ إِلَى أَهْلِهِ يَتَمَطَّى

kemudian ia pergi kepada ahlinya dengan berlagak (sombong).

34

أَوْلَى لَكَ فَأَوْلَى

Kecelakaanlah bagimu (hai orang kafir) dan kecelakaanlah bagimu,

35

ثُمَّ أَوْلَى لَكَ فَأَوْلَى

kemudian kecelakaanlah bagimu (hai orang kafir) dan kecelakaanlah bagimu.

36

أَيَحْسَبُ الْإِنسَانُ أَن يُتْرَكَ سُدًى

Apakah manusia mengira, bahwa ia akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggung jawaban)?

37

أَلَمْ يَكُ نُطْفَةً مِّن مَّنِيٍّ يُمْنَى

Bukankah dia dahulu setetes mani yang ditumpahkan (ke dalam rahim),

38

ثُمَّ كَانَ عَلَقَةً فَخَلَقَ فَسَوَّى

kemudian mani itu menjadi segumpal darah, lalu Allah menciptakannya, dan menyempurnakannya,

39

فَجَعَلَ مِنْهُ الزَّوْجَيْنِ الذَّكَرَ وَالْأُنثَى

lalu Allah menjadikan daripadanya sepasang: laki-laki dan perempuan.

40

أَلَيْسَ ذَلِكَ بِقَادِرٍ عَلَى أَن يُحْيِيَ الْمَوْتَى

Bukankah (Allah yang berbuat) demikian berkuasa (pula) menghidupkan orang mati?