إِنَّهُ مِنْ عِبَادِنَا الْمُؤْمِنِينَ
Sesungguhnya Nabi Nuh itu dari hamba-hamba Kami yang beriman.
Surat ini menegaskan keesaan dan kekuasaan mutlak Allah melalui sumpah para malaikat serta penciptaan alam semesta. Pesan intinya memperingatkan manusia agar tidak meniru kesombongan kaum musyrik yang mengingkari kebenaran dan hari kebangkitan.
إِنَّهُ مِنْ عِبَادِنَا الْمُؤْمِنِينَ
Sesungguhnya Nabi Nuh itu dari hamba-hamba Kami yang beriman.
ثُمَّ أَغْرَقْنَا الْآخَرِينَ
Kemudian Kami tenggelamkan golongan yang lain (yang mendustakannya).
وَإِنَّ مِن شِيعَتِهِ لَإِبْرَاهِيمَ
Dan sesungguhnya di antara orang-orang yang menegakkan (ajaran yang dibawa oleh) Nabi Nuh ialah Nabi Ibrahim.
إِذْ جَاء رَبَّهُ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ
Ketika ia mematuhi perintah tuhannya dengan hati yang suci murni.
إِذْ قَالَ لِأَبِيهِ وَقَوْمِهِ مَاذَا تَعْبُدُونَ
Ketika ia berkata kepada bapanya dan kaumnya: " Apa yang kamu sembah?
أَئِفْكًا آلِهَةً دُونَ اللَّهِ تُرِيدُونَ
"Patutkah kamu menyembah tuhan-tuhan yang lain dari Allah, kerana kamu memutar belitkan kebenaran semata-mata (bukan kerana benarnya)?
فَمَا ظَنُّكُم بِرَبِّ الْعَالَمِينَ
"Maka bagaimana fikiran kamu pula terhadap Allah Tuhan sekalian alam?"
فَنَظَرَ نَظْرَةً فِي النُّجُومِ
Kemudian ia memandang dengan satu renungan kepada bintang-bintang (yang bertaburan di langit),
فَقَالَ إِنِّي سَقِيمٌ
Lalu berkata: "Sesungguhnya aku merasa sakit (tak dapat turut berhari raya sama)".
فَتَوَلَّوْا عَنْهُ مُدْبِرِينَ
Setelah (mendengar kata-katanya) itu, mereka berpaling meninggalkan dia.
فَرَاغَ إِلَى آلِهَتِهِمْ فَقَالَ أَلَا تَأْكُلُونَ
Lalu ia pergi kepada berhala-berhala mereka secara bersembunyi, serta ia bertanya (kepada berhala-berhala itu, secara mengejek-ejek): "Mengapa kamu tidak makan?
فَرَاغَ عَلَيْهِمْ ضَرْبًا بِالْيَمِينِ
Lalu ia memukul berhala-berhala itu dengan tangan kanannya (sehingga pecah berketul-ketul).
فَأَقْبَلُوا إِلَيْهِ يَزِفُّونَ
(Setelah kaumnya mengetahui hal itu) maka datanglah mereka beramai-ramai kepadanya.
قَالَ أَتَعْبُدُونَ مَا تَنْحِتُونَ
(Bagi menjawab bantahan mereka), ia berkata: "Patutkah kamu menyembah benda-benda yang kamu pahat?
وَاللَّهُ خَلَقَكُمْ وَمَا تَعْمَلُونَ
"Padahal Allah yang mencipta kamu dan benda-benda yang kamu buat itu!"
قَالُوا ابْنُوا لَهُ بُنْيَانًا فَأَلْقُوهُ فِي الْجَحِيمِ
(Setelah tak dapat berhujah lagi, ketua-ketua) mereka berkata: "Binalah untuk Ibrahim sebuah tempat (untuk membakarnya), kemudian campakkan dia ke dalam api yang menjulang-julang itu".
فَأَرَادُوا بِهِ كَيْدًا فَجَعَلْنَاهُمُ الْأَسْفَلِينَ
Maka mereka (dengan perbuatan membakar Nabi Ibrahim itu) hendak melakukan angkara yang menyakitinya, lalu Kami jadikan mereka orang-orang yang terkebawah (yang tidak berjaya maksudnya).
وَقَالَ إِنِّي ذَاهِبٌ إِلَى رَبِّي سَيَهْدِينِ
Dan Nabi Ibrahim pula berkata: "Aku hendak (meninggalkan kamu) pergi kepada Tuhanku, Ia akan memimpinku (ke jalan yang benar).
رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ
" Wahai Tuhanku! Kurniakanlah kepadaku anak yang terhitung dari orang-orang yang soleh!"